Dalam budaya Batak nama panggilan yang diberikan kepada seorang ayah adalah nama anak atau cucu sulungya. Misalnya : jika seorang pria bernama Hotmar Pasaribu kemudian menikah dan memiliki putra sulung bernama Ferdinand maka nama panggilan bapak Hotmar Pasaribu berubah menjadi 'Pak Ferdinand/ Ama Ferdinan'. Dan jika kemudian Ferdinand menikah dan memiliki anak bernama Horas maka nama panggilan bapak Hotmar/Pak Ferdinand berubah menjadi 'Oppung/Mbah Horas'. Hal ini terkait dengan budaya batak yang patrilineal dan beranggapan 'anakkhon hi do hamoraon di ahu' (=putrakulah hartaku) dimana anak laki-laki sebagai standar ukuran 'berkat' bagi seorang pria. Orangtua batak juga berprinsip dan berusaha agar anak laki-lakinya dapat menempuh pendidikan setinggi mungkin.
Lagu 'Boru Panggoaran' ('boru' = anak perempuan, 'panggoaran' = panggilan/sebutan) sendiri terasa sangat berbeda dan istimewa karena berbicara tentang anak sulung perempuan yang kadang dipandang 'kurang membanggakan' bagi seorang ayah. Lagu ini seolah ingin meyakinkan putri sulung bahwa ia sangat dikasihi dan diharapkan sang ayah. Bahwa si putri sulung juga memiliki hak yang sama dan harus terus berjuang dalam pendidikan sama halnya dengan anak sulung laki-laki. Dan si ayah juga berharap agar si putri sulung mau tetap mengasihi orangtuanya walaupun kelak ia menikah dan menjadi 'milik' suaminya.
To my lil Grace : Grace, papa loves you so much and papa will do my best for you...
I'm proud be called as "Pak Grace" cos you're truly a grace for me...
Boru Panggoaran
Ho do borukku, tappuk ni ate atekki (Engkaulah putriku, buah hatiku)
Ho do borukku, tappuk ni pusu pusukki (Engkaulah putriku, jantung hatiku)
Burju burju maho namarsikkola i (Belajarlah nak dengan tekun)
Burju burju maho namarsikkola i (Belajarlah nak dengan tekun)
Asa dapot ho na sinitta ni rohami (Agar kau mencapai impian dan harapanmu)
Molo matua sogot ahu, Ho do manarihon ahu (Esok bila usiaku lanjut, engkaulah yang merawat aku)
Molo matinggang ahu inang, Ho do namanogu-nogu ahu (Bila aku terjatuh, engkau yang akan memapahku)
Reff :
Ai ho do borukku, boru panggoaranhi (Karena engkaulah putriku, putri yang dengan namamu aku dipanggil)
Sai sahat ma da na di rohami (Semoga tercapai segala keinginan hatimu)
Ai ho do borukku, boru panggoaranhi (Karena engkaulah putriku, putri yang dengan namamu aku dipanggil)
Sai sahat ma da na di rohami (Semoga tercapai segala keinginan hatimu)
No comments:
Post a Comment