Friday, 13 August 2010

"Perjalanan panjangmu baru saja dimulai, bere...!!"

Perjalanan panjang baru saja dimulai....
Ya, itulah yang dialami oleh Jakob Nainggolan, satu dari 16 bere/keponakan saya (note : 'bere/keponakan' dalam budaya batak adalah anak dari saudara perempuan, sedangkan anak-anak dari saudara laki-laki disebut anak atau boru). Jakob, putra bungsu dari kakak kedua saya, baru saja lulus SMA dan dengan kerja keras dan doa akhirnya diterima untuk kuliah di Fakultas Teknik jurusan Teknik Perkapalan UNDIP. Banyak hal yang sudah dilalui bere bungsu dari tiga bersaudara ini. Kehilangan ayah yang dicintai hampir setahun yang lalu setelah mengalami sakit penyakit yang tak kunjung sembuh mungkin menjadi cobaan yang cukup berat bagi keluarga besar kami khususnya bagi ketiga keponakan dan kakak saya. Belum dukacitanya berakhir ia harus diperhadapkan pada serangkaian tanggungjawab besar yang akan sangat menentukan masa depannya. Ujian Nasional/UN yang membuat mayoritas pelajar di Indonesia stress luar biasa dan kemudian ia juga harus menghadapi kegagalan di ujian mandiri/UM1 dan bahkan di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Bersyukur karena ternyata kegagalannya tidak cukup membuat Jakob patah semangat dan down. Support dan doa dari kakak saya/ibunya dan kedua kakak dan abangnya tentunya mendorong Jakob mau kembali berusaha lebih sungguh-sungguh dan akhirnya diterima di UNDIP melalui ujian mandiri/UM yang kedua. Syukur kepada Tuhan...

Saya jadi teringat akan perjalanan hidup saya hingga kini bisa sampai dan tinggal menetap di Semarang, jauh dari Sidamanik, kampung halaman saya. Berbeda dengan Jakob, proses saya masuk ke UNDIP tampaknya dapat berbagai 'kemudahan' dari Tuhan. Modal ranking kelas selama kelas 2 dan 3 SMA ternyata membuahkan tiket formulir PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan) atau PSSB (Proses Seleksi Siswa Berprestasi) alias jalur bebas testing masuk PTN. Karena pertimbangan biaya waktu itu almarhum ayah saya sudah mengingatkan bahwa kalau saya tidak masuk PTN (yang saat itu memang jauh lebih murah dibanding PTS) maka saya tidak akan kuliah. Entah namanya beriman atau sekedar percaya diri, saat itu saya tidak terlalu khawatir untuk tidak masuk PTN. Dan terbukti.., saya diterima di UNDIP lewat jalur PSSB.

Perjalanan hidup saya memang terasa baru mulai saat kuliah dan proses di dalamnya kini terasa sangat berharga dan tidak mungkin saya ulangi. Perkuliahan, pertemanan, persekutuan mahasiswa, organisasi, KTB, pelayanan, gereja dan bahkan masa pacaran menyumbangkan sedikit demi sedikit perubahan dan karakter dalam hidup saya. Dan saya bersyukur Tuhan memberkati saya dengan rangkaian pengalaman tersebut.

Tuhan pasti memiliki rencana yang berbeda dan unik terhadap Jakob..dan semoga ia mau mencari dan berserah di dalam rencana Tuhan yang indah tersebut karena..perjalanan panjang baru saja dimulai....

Biarkan Tuhan yang memimpinmu bere....






 

No comments: